Jumat, 05 Juni 2020

Peran Ayah dalam Pembentukan Character Building Anak Sejak Dini

Ayah adalah sosok yang seringkali diidolakan oleh anak. Hal tersebut disebabkan sosok ayah umumnya memiliki kelebihan fisik dibanding sosok ibu. Selain itu ayah adalah simbol maskulinitas yang cenderung memiliki sifat kuat, berani, bertanggung jawab,realistis, mudah bergaul, dll. Sedangkan ibu merupakan simbol feminin yang memiliki kecenderungan sifat lemah lembut, memiliki kepekaan rasa, penuh cinta, sabar, tekun, teliti, dll. Sinergisitas kedua tipikal sifat ini dibutuhkan dalam mendidik anak agar terwujud keseimbangan kepribadian pada diri anak sebagai dasar pembentukan character Building anak.
Namun, tak dapat dipungkiri adanya masyarakat yang tidak menyadari betapa pentingnya kehadiran ayah dalam mendidik dan mengarahkan watak, motivasi dan bakat anak. Perlu dipahami bahwa tugas ayah bukan hanya mencari nafkah dan menjadi wali saat anak perempuannya hendak menikah, namun lebih dari itu sosok ayah berkewajiban pula bersama ibu mendidik anak serta memelihara keharmonisan antar anggota keluarga. Keluarga harmonis diperlukan dalam membentuk character Building pada anak sejak dini. Character Building adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk membina, memperbaiki dan atau membentuk tabiat, watak, sifat kejiwaan, akhlak, budi pekerti insan manusia (masyarakat) sehingga menunjukkan perangai dan tingkah laku yang baik dalam kehidupan sehari-hari
Dalam ajaran Islam, menarik untuk dikaji bahwa hampir semua tokoh tokoh hebat dalam mendidik anak ditampilkan sosok laki laki bukan perempuan. Sosok itu diantaranya Lukmanul hakim, Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Nabi Ya'kub, Ali Imran,Nabi  Zakariyah, Nabi Syuaib, dll. 
Zaman pemerintahan amirul mu'minin Umar Bin Hattab, beliau pernah menegur seorang ayah yang awalnya datang mengadukan anaknya yang sangat buruk perangainya lalu dipanggillah anak tersebut lalu ditanya mengapa kamu berprilaku buruk, hormatilah orang tuamu jangan mempermalukannya dengan buruknya perangaimu! Namun, si Anak balik bertanya kepada Amirul Mu'minin apakah ada kewajiban Ayah terhadap anaknya ya Amirul Mu'munin? Maka Umar pun menjawab ada 3 hal yaitu: memilihkan Ibu yang baik, memberikannya nama yang baik, dan mengajarkannnya Al-qur'an. Maka anak itu menyangkal karena ternyata tak satu pun dari ke 3 hal itu dilakukan oleh Ayahnya.
Paling tidak dalam mendidik anak seorang Ayah dapat melakukan hal hal dibawah ini
1. Mengajarkan prinsip prinsip tauhid, ibadah dan akhlak serta mencontohkannya.
2. Membuatkan mainan sederhana dari kertas seperti pesawat, kapal laut, kamera, burung, dll.
3. Menemani anak bermain permainan tradisional agar tidak kecanduan gadget. Seperti bermain kelereng, layang layang, mobil mobil, hingga main karet, dll.
4. Melatih anak hidup bersih dengan mengajari cuci tangan, membersihkan tempat tidur, mencuci mobil/motor, dll.
5. Melatih anak hidup mandiri sejak dini misalnya makan minum, mandi, berpakaian, dan buang air/toilet training. Semua dilakukan sendiri oleh Anak
6. Memilihkan teman belajar dan bermain yang baik bagi anak sambil mengawasi agar tetap memperhatikan waktu salat, belajar, mengaji, dan istirahat.
7. Mendampingi anak menonton TV dan mengerjakan tugas tugas sekolah termasuk menonton tutorial khusus pengembangan bakat anak melalui link youtube.
Jika seorang Ayah dapat melaksanakan perannya dengan baik, dengan bersinergi dengan ibu maka generasi qurrata a'yun akan terwujud. Karena itu bangsa yg besar dan berperadaban tinggi dapat dibentuk melalui character building anak sejak dini dengan kehadiran sosok ayah bersama ibu bersinergi bersama mendidik anak sejak dini.



2 komentar:

7 PERBEDAAN KEDUDUKAN PEREMPUAN SEBELUM DAN SESUDAH DATANGNYA ISLAM

Mengawali pertemuan ini marilah kita bersama sama mengumandangkan lafaz pujian kepada Allah Azza wajallah sang pemilik segala kenikmatan den...