Rabu, 22 Maret 2023
hikmah di balik penamaan surah al-Baqarah
Surah Al-Baqarah (bahasa Arab: البقرة, al-Baqarah, "Sapi Betina") merupakan surah yang paling panjang dalam Al-Qur'an. Surah ini berdasarkan susunan mushaf merupakan surah ke-2 dan berasaskan urutan pewahyuan merupakan surah ke-87 surah Al-Qur'an. Surah ini termasuk sebagai surah Madaniyah. Surat Al – Baqarah adalah surat kedua yang dijumpai ketika pertama membaca Al – Qur’an setelah surat al-Fatihah. Surat Al Baqarah terdiri dari 286 ayat dengan 6221 jumlah kata dan 25.500 huruf di dalamnya. Termasuk dalam surat Madaniyah karena diturunkan ketika Nabi Muhammad telah melakukan hijrah dari Kota Mekkah ke Kota Madinah. Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya "sapi betina" sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil yang terdapat pada ayat 67-74. Nama lain dari surah ini adalah Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Sebagian besar ayat – ayatnya diturunkan pada awal tahun hijriyahurat Al – Baqarah memiliki ayat yang terpanjang dalam Al – Qur’an bila dibandingkan dengan surat-surat lainnya dalam al-qur'an. al-Qur'an adalah kitab sucinya umat Islam petunjuk bagi umat manusia. Cerita ini bermula ketika pada suatu hari ada seorang laki-laki yang tidak memiliki keturunan tetapi kaya raya tiba-tiba meninggal dunia. Tak ada yang tahu siapa pembunuhnya. Maka, agar tidak terjadi saling tuduh menuduh dan terjadi pertumpahan darah karena masalah ini, mereka pun pergi menemui Nabi Musa a.s. atas nasihat ahli hikmah di antara mereka.
Setelah mendengarkan kasus yang sedang menimpa kaum Bani Israil, nabi Musa a.s. mengatakan, Sungguh Allah telah memerintahkan kalian untuk menyembelih sapi betina. Mendengar itu, mereka pun akhirnya bertanya lagi sapi seperti apa yang harus kami beli, lalu Musapun menjelaska ciri-ciri fisik sapi betina tersebut akhirnya merekapun semakin kesulitan mencari sapi akibat sapi tersebut tergolong sapi langka. Setelah dipersulit seperti itu, mereka masih saja menanyakan kepada Nabi Musa tentang jenis sapi betina itu. “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami apa warnanya.” “Dia (Allah) berfirman, bahwa (sapi) itu adalah sapi betina yang kuning tua warnanya, yang menyenangkan orang-orang yang memandangi(nya).” jawab Nabi Musa. Setelah dijelaskan ciri-cirinya atas permintaan mereka itu, mereka masih saja tidak paham.
“Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu, karena sesungguhnya kami sapi itu belum jelas bagi kami, dan jika Allah menghendaki, niscaya kami mendapat petunjuk.” Pinta mereka sekali lagi yang justru semakin menyulitkan. Nabi Musa a.s. menjawab, “Dia (Allah) berfirman, (sapi) itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak (pula) untuk mengairi tanaman, (tubuhnya) sehat, dan tidak belang.” “Sekarang barulah kamu menerangkan (hal) yang sebenarnya.” Jawab mereka dengan bangganya. Padahal tugas mereka semakin sulit.
Mereka pun akhirnya menyembelih sapi betina yang diperintahkan Allah swt. Setelah menyembelih sapi betina tersebut, Allah swt. melalui Nabi Musa a.s. menyuruh agar memukul mayat (laki-laki yang terbunuh) itu dengan bagian dari sapi itu. Sebagian ahli tafsir menafsirkan ekornya, meskipun disini Allah swt. tidak menjelaskan bagian tubuh sapi betina yang mana yang secara khusus digunakan untuk memukul mayat itu. Setelah dipukulkan ternyata mayat itu dapat hidup kembali. Mereka pun menanyakan kepadanya, “Siapakah yang membunuhmu?” “Yang membunuh aku ialah anak saudaraku, karena mengharapkan warisanku, sebab aku tidak memiliki anak, maka dialah yang berhak mewarisi hartaku. Sebab itulah aku dibunuhnya.” Setelah mengungkap siapa pembunuhnya, ia pun jatuh kembali dalam keadaan meninggal lalu dikuburkan kembali dan pelaku pembunuhan (ponakan korban) itu ditangkap dan diqisash. Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa sapi langka tersebut adalah sapi seorang anak yatim piatu yang ketika ayahnya meninggal saudara-saudaranya berebut harta yang lebih banyak yang pada akhirnya harta tersebut habis di atas meja judi. Sementara si anak hanya diberikan anak sapi. namun demikian sapi tersebut dipelihara dengan sungguh-sungguh hingga tumbuh menjadi sapi langkah akhirnya dijual dengan harga mahal. maka ketika sapi tersebut laku terjual dengan harga mahal maka kakak-kakaknya pun berusaha mempengaruhinya tuk diambil alih harga sapinya. namun si anak tersebut sudah tumbuh menjadi pemuda yang cerdas dan berwibawah memmiliki otoritas penuh untuk mengelola sendiri hartanya dengan baik sehingga akhirnya menjadi pemuda sukses. Dari kisah ini dapat dipetik hikmah diantaranya:
1. jangan banyak bertanya karena dapat mempersulit diri sendiri.
2. jangan menzolimi orang lain karena setiap kejahatan yang dilakukan akan diperoleh ganjarannya baik di dunia maupun di akhirat
3. jangan rakus karena harta yang diperoleh dengan cara yang tidak benar tidak akan mampu bertahan dan tidak berkah
4. jadilah orang sabar dan bersungguh-sungguh meniti jalan kesuksesan niscaya Allah akan membalas kebaikan seorang hamba melebiihi apa yang telah mereka lakukan.
5. hubungan surah al-fatihah dengan surah al-Baqarah adalah sama-sama berbicara tentang petunjuk. surah al-fatihah meminta petunjuk sedang al-fatihan menjelaskan petunjuk tersebut, yakni al-Qur'an sebagai petunjuk maka perbanyaklah membacanya dan amalkanlah isi kandungannya.
6. al-Qur'an adalah petunjuk bagi orang yang bertaqwa, adapun ciri-ciri orang bertaqwa diantaranya adalah melaksanakan shalat (iqamah al-shalah yaitu shalat yang dilaksanakan dengan cinta sehingga mendatangkan ketenangan dan kebahagiaan) beda maksudnya dengan (if'al al-Shalah yaitu shalat yang dilaksanakan tanpa didasari cinta sehingga yang muncul adalah rasa keterpaksaan, tidak tenang cendrerung shalat dilaksanakan hanya untuk menggugurkan kewajiban)
Hal ini adalah salah satu petunjuk bahwa Allah swt. sangat berkuasa menghidupkan orang yang telah mati, lalu mematikannya lagi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
7 PERBEDAAN KEDUDUKAN PEREMPUAN SEBELUM DAN SESUDAH DATANGNYA ISLAM
Mengawali pertemuan ini marilah kita bersama sama mengumandangkan lafaz pujian kepada Allah Azza wajallah sang pemilik segala kenikmatan den...
-
Mengawali pertemuan ini marilah kita bersama sama mengumandangkan lafaz pujian kepada Allah Azza wajallah sang pemilik segala kenikmatan den...
-
Orang Bugis terkenal dengan kegemaran merantau ( sompe') bukan hanya dalam wilayah Sulawesi lintas kabupaten tapi hingga ke seluruh pel...
-
Beberapa waktu lalu, kita membaca berita tentang Menteri BUMN yang lama sebelum Erick Thohir adalah Dahlan Iskan yang mengamuk di pintu tol ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar