Kamis, 20 Januari 2022

Aisyah Produsen Ilmu Pengetahuan, Inisiator Lahirnya Ulama Perempuan

Akhir-akhir ini media you tube menayangkan sebuah Lagu yang sangat fenomenal dengan mudahnya langsung populer meledak di masyarakat ditayangkan berkali-kali hingga anak-anakpun dapat menghafalkan dengan sempurna hingga mereka menyanyikannya tanpa pandang waktu dan tempat. pokoknya lagu ini disukai oleh semua kalangan dari anak-anak, remaja hingga dewasa, lagu tersebut berjudul Aisyah Isteri Rasulullah. Lirik aisyah istri rasulullah kini telah digubah dengan syair yang beraneka ragam dengan arrasemen musik yang sama,  Lagu ini menceritakan tentang keromantisan hubungan antara Rasulullah SAW dengan isterinya Sayyidah Aisyah RA, putri Abu Bakar. Lirik yang mengisahkan tentang keromantisan ini begitu menyentuh. Apalagi dilantunkan oleh penyanyi yang memiliki suara yang lembut. Lantunannya menjadi semakin indah dan membuat hati terenyuh.
Sejauh ini, lagu ini memuncaki daftar trending di Youtube. Tidak tanggung-tanggung, kepopulerannya sampai ke seluruh dunia. Tentunya dengan adanya banyak cover lagu tersebut yang tersebar luas di Youtube. Secara tidak langsung lagu ini membawa pesan seolah olah Aisyah itu hanyalah sosok isteri yang lemah lembut, pecinta ulung yang sangat romantis tanpa mengenang Aisyah pada aspek yang lain yang sungguh sangat spektakuler di banding para perempuan lain yang hidup di zamannya karena itu lagu ini tak jarang menuai kritik dari berbagai kalangan yang kecewa menggambarkan kehidupan Aisyah RA hanya  pada satu aspek yang biasa-biasa saja terjadi dalam hubungan suami isteri. akibatnya lirik lagu ini banyak dirubah dan diduplikasi. Musiknya diambil namun liriknya diganti. 
Aisyah dikenal dalah sejarah sebagai produsen ilmu pengetahuan dan inisiator yang menginspirasi lahirnya ulama perempuan di berbagai belahan dunia hingga hari ini. menurut KH. Dr. Ulil Abshar Abdallah, MA dalam acara webinar berjudul "Masa Depan Ulama Perempuan: Problem, tantangan dan harapan" yang dilaksanakan di Ma'had Aly Kebon Jambu. Lebih lanjut Ulil menjelaskan bahwa mengapa Aisyah memiliki kapasitas sebagai  produsen Ilmu Pengetahuan pada masa periode Dakwah Nabi Muhammad saw di Madinah? jawabnya menurut beliau karena 3 faktor; 
1. Aisyah RA adalah keluarga nabi jadi beliau sangat dekat dengan sumber ilmu pengetahuan yang jika dibawah ke dalam kultur masyarakat muslim di Tanah Jawa Aisyah RA diumpamakan Ning yaitu putri para ulama pengasuh pondok pesantren. dalam pandangan Lies Marcoes  Ning seperti itu disebut ning biologis karena mereka terlahir dari kalangan ningrat, namun seiring berkembnanya ilmu pengetahuan dengan media serta sumber belajar tersedia luas unlimited, maka tidak menutup kemungkinan akan lahir ning-ning yang berasal dari keluarga yang kurang paham agama namun dapat menjelma menjadi para produsen ilmu pengetahuan akibat kesungguhannya belajar, maka ning seperti ini oleh Lies Marcoes disebut ning sosiologis, kaena itu para Ning saat ini harus mampu merebut tafsir dan mengubahnya dari tafsir berwajah patriarki maskulin menuju tafsir yang mengakomodir nilai-nilai matriarki feminin dengan menjunjung tinggi nilai keadilan dan kejujuran agar terwujud kesetaraan. orang yang tidak menghargai prinsip kesetaran adalah mereka telah berdosa karena mengabaikan fakta sejarah yang telah memberi ruang seluas-luasnya bagi perempuan tuk berkiprah salah satunya dengan menjadi ulama. sangat disayangkan istilah kiyai yang disematkan kepada para ulama sampai saat ini hanyaberhak disandang oleh kaum ulama laki-laki yang berkonotasi menguasai ruang publik, sementara perempuan diberi gelar Nyai yang memiliki konotasi yang mengurusi hal-hal yang berbau domestik yang  mengurusi pengasuhan dan konsumsi. seharusnya demi menjunjung nilai-nilai keadilan dalam islam, maka perempuan yang memiliki kemampuan mendalam dalam ilmu agama dan njadi produsen ilmu pengetahuan sangat layak diberi anugrah gelar kiyai bukan Nyai. 
2, Aisyah mampu memproduksi ilmu pengetahuan dengan banyak meriwayatkan hadis, mengajar/menjadi sosok guru yang dihormati oleh para sahabat walau usianya jauh lebih muda dari murid-muridnya. karya-karya tersebut tidak hanya disampaikan secara lisan tapi juga ditulis sehingga dapat dijadikan rujukan oleh para penuntut ilmu setelah wafatnya. jika dibawa dalam konteks kehidupan sekarang saat dunia digoncangkan oleh pradaban yang maju dengan indicator berkembangnya sains dan teknologi terutama teknologi media. karena itu jangan biarkan ceramah-ceramah dibiarkan berlalu begitu saja hendaknya ditulis, direkam, dividio lalu disebar ke berbagai media social seperti WA, Instagram, Face book, line, skype, telegram, dan you tube agar produksi ilmu pengetahuan itu memiliki jangkauan tak terbatas- 
3. Aisyah merupakan representasi kaum milenial pada zamannya yakni mudah, suka sesuatu yang baru dan menantang. energik, berprestasi, pandai berkomunukasi lintas generasi karena menguasai public speaking. Bahkan beliau pernah menjadi panglima perang yakni perang Unta sebagai bentuk proteksi atas kepemimpinan Ali walaupun kemudian pasukan beliau kalah dan dikembalikan ke Madinah dan diperlakukan sebagai  tawanan terhormat. namun sepak terjang beliau membawa pesan bahwa perempuan tidak selamanya menampilkan diri sebagai sosok lemah lembut penuh romantisme dalam kehidupan keluarga namun terkadang harus keras, melakukan kritik atas hal-hal yang bententangan dengan pandangannya. Hikmah apa yang dapat dipetik dari item ini menurut Kiyai Ulil Abshar Abdallah bahwa sebagai ulama perempuan teruslam menjadi produsen ilmu pengetahuan meski masih berusia muda seperti Aisyah RA, jangan tunggu usia tua baru mau mewakafkan hidup tuk berkiprah dan berkarya. lebih lanjut beliau mengatakan bahwa untuk bias menjadi produsen ilmu pengetahuan ulama perempuan harus memiliki 4 syarat; 
1. kuasai ilmu alat berupa Bahasa khususnya Bahasa Arab klasik karena sumber ilmu pengetahuan islam umumnya tertulis dalam kitab berbahasa Arab klasik. ilmu alat lainnya adalah ilmu Ushul Faqhi minimal harus menguasai kitab dasar terkait ilmu ushul fiqhi ini yakni; matn al-Waraqat, lub al-Ushul dan jam al-Jawami'. selanjutnya harus menguasai pula ilmu qawaid al- Fiqhiyah serta miliki pula kemampuan menganalisa kehidupan modern dengan menguasai ilmu sosiologi terkait isu-isu gender.
2. produksilah ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya baik melalui tulisan maupun vidio dalam  berbagai tema
3. publikasilah karya-karya tersebut melalui berbagai media
4. setelah tersebar hasil produksinya maka biasakan saling mendukung saling mengutip, rujuklah pendapat ulama lainnya dengan menyebut namanya setiap kali memakai istilah-istilahnya. mengapa Imam Syafi'i terkenal hingga hari ini padahal ribuan tahun wafatnya? itu karena punya banyak karya dan murid serta sahabat yang saling mendukung saling mengutip dan saling menghormati antara satu dengan yang lain walau memiliki pandangan yang berbeda terhadap sebuah objek kajian. saat ini sepertinya terjadi pergeseran dalam menuntut ilmu. kalau dulu belajar itu didasari karena menuntut ilmu itu adalah kewajiban agama, 2. menuntut ilmu mendatangkan kebahagiaan dan 3.  menuntut ilmu benar-benar dilandasi oleh cinta akan ilmu itu sendiri sehingga jika kelak memproleh pekerjaan karena ilmunya disyukuri namun jika tidak mendapat pekerjaan layak maka tetap bahagia. itulah sebabnya ulama klasik belajar tak kenal Lelah karena targetnya bukan pekerjaan melainkan kewajiban yang dilaksanakan dengan segenap cinta yang dimilikinya atas ilmu pengetahuan.  kalau sekarang motivasi orang menuntut ilmu tak lain dan tak bukan hanya ingin memperoleh pekerjaan yang layak melalui disiplin ilmu yang digelutinya. 
wallahu a'lam


17 komentar:

  1. Mantap. Inspiratif. Perspektif gender menjadi ciri khas

    BalasHapus
    Balasan
    1. iye makasih Gus atas sopportnya kepada kami hingga terinspirasi menulis

      Hapus
  2. Mantap. Inspiratif. Perspektif gender menjadi ciri khas

    BalasHapus
  3. Luar biasa Bu Doktor, sosok Aisyah masa kini

    BalasHapus
  4. Luar biasa bu....semoga bisa meneladani sosok sayyidina Aisyah..

    BalasHapus
  5. mantap tulisannya bu penuh inspirasi.

    BalasHapus
  6. Hebat bu doktor. Walau sibuk bisa menyempatkan menulis

    BalasHapus
  7. Asalamualaikum ibu mohon maaf mengganggu waktunya ..saya dwi noviatul zahra mahasiswa s3 uin sunan kalijaga, ibu kalo berkenan boleh minta nonya? Kebetulan penelitian saya tentang ulama perempuan ..mungkin nanty boleh wawancara ibu

    BalasHapus
  8. Masya allh luar biasa bu Doktor, semoga selalu sehat wal afiat dan senantiasa memberikan inspiratif utk kita semua

    BalasHapus

7 PERBEDAAN KEDUDUKAN PEREMPUAN SEBELUM DAN SESUDAH DATANGNYA ISLAM

Mengawali pertemuan ini marilah kita bersama sama mengumandangkan lafaz pujian kepada Allah Azza wajallah sang pemilik segala kenikmatan den...