Rabu, 29 Juli 2020

Korelasi poligami dengan Qurban

salah seorang Nabi Allah yang paling fenomenal dalam sejarah khususnya kasus kesuksesannya dalam melakukan praktek poligami adalah Nabi Ibrahim as. Nabi Ibrahim adalah sosok laki-laki yang sangat cinta dan setia pada istrinya yakni Sarah. pada suatu hari keduanya melakukan perjalanan dari Palestina ke Mesir atas undangan dari raja mesir saat itu, keduanya begitu sangat bahagia menjalani kehidupan yang sangat bahagia hingga tibalah di istana raja Mesir dalam rangka memenuhi hajat Raja yang menghendaki putranya diobati oleh Sarah karena ternyata Sara adalah sosok perempuan yang memiliki kemampuan melakukan pengobatan. setelah beberapa waktu mengobati putra Raja Mesir diapun sembuh dan akhirnya sebagai tanda terimakasih sang Raja kepada Sarah, maka dihadiahilah seorang budak sahaya yang berkulit hitam legam, pekerja kasar, dan sangat tidak menarik dari tampilan fisik. sangat kontras dengan Sarah yang berlatar belakang putri kalangan bangsawan yang putih bersih dan sangat halus kulitnya, santun perangainya, sangat cantik, menawan lagi rupawan. akan tetapi setelah puluhan tahun Nabi Ibrahim menikah dengan Sarah tidak ada tanda-tanda akan adanya keturunan diantara mereka. sementara mereka yakin akan perlunya keturunan dalam melanjutkan misi dakwah nabi Ibrahim. atas kesepakatan keduanya diputuskan agar Nabi Ibrahim melakukan praktek poligami dangan syarat-syarat yang diajukan oleh Sarah sebagai berikut: 1. tidak boleh cantik 2. tidak boleh mudah 3. harus dari kalangan sendiri Satu-satunya perempuan yang memenuhi syarat tersebut adalah Hajar, maka Sarah pun merekomendasikan hajar ke Nabi Ibrahim untuk dinikahi dan atas persetujuan Sarah dan Nabi Ibrahim serta Hajar maka menikahlah Nabi Ibrahim dengan Hajar sang pembantu rumah tangga mereka sendiri. namun setelah beberapa bulan pernikahan keduanya tampaklah tanda-tanda kehamilan. pada awalnya Hajar menyembunyikan kehamilannya pada sarah dengan memakai pakaian longgar dan mengikat perutnya akan tetapi semakin bertambah bulan semakin bertambah besar pula kandungan Hajar, melihat hal tersebut nabi ibrahim pun berfikir untuk menjauhkan hajar dari Sarah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecemburuan isteri pertama. maka pada hari yang ditentukan dibawalah Hajar berhijrah dari Palestina ke sebuah lembah yang sangat gersang sama sekali tidak ada tanda-tanda kehidupan itulah Tanah Mekah disanalah hajar ditinggal seorang diri karena ternyata setelah sampai di Mekah nabi Ibrahimpun mendapatkan kabar kalau istrerinya Sarah juga mengandung. ketika Nabi Ibrahim bermaksud meninggalkan Hajar di lembah padang pasir yang sangat tandus itu, Hajar pun bertanya kepada sang suami mengapa engkau tega meninggalkanku sendirian di tempat tak berpenghuni ini. nabi Ibrahim pun tida menjawab bahkan tidak menoleh sedikitpun dia hanya menghentikan laju kudanya. lalu hajar bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama Nabi Ibrahim masih tetap dalam diamnya. lalu ketika hajar bertanya lagi untuk yang ketiga kalinya apakah ini semua karena perintah Allah, maka nabi Ibrahimpun menoleh ke belakang dan menjawab isterinya "iya" ini semua kulakukan karena perintah Allah yakinlah Allahlah langsung yang akan menjagamu dan menjaga putra kita yakinlah suatu hari nanti saya pasti akan kembali menjenguk kalian. Dengan keyakinan teguh Nabi Ibrahim meninggalkan isterinya di tengah padang pasir tanpa pernah menoleh lagi ke belakang. sementara Hajar yang ditinggal ternyata tidak lama kemudian melahirkan seorang diri. alangkah terkejutnya ketika melihat putranya kehausan dan kelaparan, maka diapun berlari-lari bolak-balik naik ke atas bukit mencari air kegiatan tersebut dilakukannya sebanyak 7x dari bukit Shafa ke Bukit Marwah dan kembali lagi. peristiwa ini diabadikan dalam pelaksanaan ibadah haji yang dikenal dengan nama ibadah Sa'i. Hajar berlari mencari air dan terpaksa meninggalkan putranya seorang diri mencari oase kehidupan di tengah padang pasir yang tandus. Ketika kemudian Hajar kembali ke tempat ia meletakkan anaknya alangkah kaget sekaligus gembira karena bekas tumpuan kaki putranya terpancarlah mata air lalu hajar membendungnya sambil mengatakan zam-zam berkali-kali yang berarti (berkumpullah), dari kisah ini dapat dipetik beberapa hikmah diantaranya: 1. Nabi Ibrahim adalah sosok suami yang bertanggung jawab sangat menjaga persaan Sarah isterinya yang sangat santun dan halus, cenderung emosional dan pencemburu. selain itu Nabi Ibrahim juga merupakan sosok ayah yang sangat bertanggung jawab atas keluarganya berusaha menutup segala celah yang memungkinkan retaknya hubungan kekeluargaan meskipun harus dengan cara mengunsikan salah seorang isterinya yang lain. namun Ibrahim berbuat demikian selain karena perintah Allah juga nabi Ibrahim sangat mengerti dengan karakter kedua isterinya yang sangat berbeda. jika Sarah sangat emosional lembut dan pencemburu, Hajar adalah sosok perempuan tangguh, memiliki fisik yang kuat, sangat sabar dan tahan menderita. Karena itu Ibrahim memperlakukan isteri-isterinya sesuai dengan kecenderungan karakter yang dimilikinya. jadi keadilan dalam mempergauli isteri boleh saja berbeda bahkan itu harus dilakukan jika unsur kemaslahatannya lebih tinggi. jadi keadilan tidak harus dilihat pada aspek fifty-fifty namun harus dilihat pada sisi situasi dan kondisi yang memungkinkan terwujudnya kemaslahatan bersama. 2. Poligami nabi Ibrahim berhasil karena beberapa alasan diantaranya; atas izin isteri pertama, istri pertama tidak merasa disaingi dalam semua aspek, sang suami sangat adil dalam memperlakukan isteri-isterinya sesuai dengan kondisi psikologi dan emosi isteri-isterinya. 3. Isteri pertama tidak egois mempertahankan kepemilikan tunggal atas suaminya karena pertimbangan keturunan. 4. Isteri kedua tidak pernah memperlihatkan sedikitpun kemauan merebut perhatian lebih dari sang suami bahkan menjaga perasaan isteri pertama sekalipun dalam kondisi hamil dengan menyembunyikan kehamilannya pada isteri pertama. hal tersebut dilakukan agar sang madu tidak tersinggung/cemburu. 5. Isteri-isteri nabi Ibrahim adalah perempuan-perempuan yang patuh pada suami, karena itulah anak-anak mereka kelak mewariskan para nabi secara turun temurun. dari Sarah lahir Nabi Ishak yang garis keturunannya melahirkan nabi Ya'kub, nabi Yusuf dan segenap keturunan Bani israil hingga hari ini. sedangakan dari sosok Hajar lahirlah nabi Ismail yang kelak keturunnannya melahirkan nabi muhammad saw. 6. Nabi Ibrahim adalah sosok manusia yang amat dekat kepada Allah hingga rela mengorbankan apapun demi meraih keridhaan Allah swt. hingga suatu hari terlontar dalam bibirnya bahwa: "demi cintaku kepada Allah apapun akan rela saya kurbankan sekalipun anak yang sudah lama kunanti-nanti". maka setelah putra pertamanya Ismail remaja Allahpun mengujinya dengan mengingatkan janjinya untuk menyembelih anaknya melalui mimpi. setelah 3 malam berturut-turut nabi Ibraim bermimimpi dengan mimpi yang sama, maka yakinlah ia akan perlunya menunaikan janji tersebut. Akhirnya sekian lama meninggalkan isterinya Hajar di Mekah lalu Ibrahim mendatanginya dengan menyampaikan mimpinya kepada anaknya. Ismail yang mendengar kisah mimpi ayahnya tersebut diapun menerima keputusan ayahnya untuk disembelih. sepintas jika kita mengamati kisah ini terkesan nabi Ibrahim tidak mencintai keluarganya terutama putranya. namun inilah ujian nabi Ibrahim dari Allah apakah ibrahim mampu setulus hati menyembelih putra yang selama berpuluh-puluh tahun ini dinantikan kehadirannya. namun Ibrahim benar-benar mampu memenuhi janjinya di hadapan Allah dan putranya pun menyetujuinya, meskipun berat bagi Hajar namun karena perintah Allah maka iapu merelakan anak semata wayangnya disebelih oleh ayah kandungnya sendiri. pada hari yang dinantikan diantarlah Ismail ke Mina untuk disembelih, namun setelah nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah menyembelih anaknya ternyata bukan anaknya yang disembelih melainkan Allah memerintahkan kepada malaikatnya tuk mengganti Ismail dengan binatang berkaki empat sejenis domab, kambing yang biasa disebut dengan kibas. inilah awal mula disyariatkannya ibadah kurban bagi umat islam sampai hari ini. jadi poligami sangat berkorelasi erat dengan pengorbanan. seseorang yang berkomitmen akan melakukan praktik poligami harus siap berkorban. mengorbankan segala apa yang dimilikinya termasuk hal yang paling dicintainya sekalipun. poligami yang sukses adalah poligami berlandaskan syariah. islam tidak mewajibkan poligami namun boleh dilakukan dalam keadaan yang sangat emergency dengan alasan: 1. isteri sakit tidak bisa memberi keturunan 2. suami biasa adil 3. suami hiper sex dikhawatirkan akan berzina jika hanya memiliki 1 isteri saja. 4. atas izin dan persetujuan isteri pertama. 5. suami mampu mencukupi kebutuhan semua anggota keluarga dan mewujudkan keluarga sejahtera sakinah wamaddah warahmah sebagai mana tujuan perkawinan yang tercantum dalam QS. al-Ru, ayat 21.

1 komentar:

7 PERBEDAAN KEDUDUKAN PEREMPUAN SEBELUM DAN SESUDAH DATANGNYA ISLAM

Mengawali pertemuan ini marilah kita bersama sama mengumandangkan lafaz pujian kepada Allah Azza wajallah sang pemilik segala kenikmatan den...