Indonesia selain terkenal karena negerinya yang subur bagai permata di Nusantara terbentang dari Sabang sampai Maerauke ribuan pulau berjejer menyebabkan lahirnya beraneka ragam bahasa, adat, tradisi hingga agama yang berbeda, juga dikenal sebagai sarang teroris setidaknya sejak munculnya bom Bali yang menjadikan Imam Samudera dan kawan kawan sebagai pelaku utama dan telah dieksekusi tembak mati di Nusa Kambangan beberapa tahun yang lalu. Eksekusi mati Imam Samudra dan kawan kawan tersebut ternyata tidak mampu menyurutkan angka teroris di Indonesia saat itu bahkan bermunculan tokoh-tokoh lainnya yang tak kalah ganasnya hingga pemerintah tidak tinggal diam melalui berbagai upaya dan kerjasama hingga berhasil diringkus hingga dieksekusi aktor-aktornya sebagai upaya memutus rantai jaringan terorisme di Indonesia. sebutlah misalnya Dr. Ashari, Nurdin M. Top yang ditangkap di kota Batu Malang propinsi jawa timur hingga Santoso gembong teroris dari Poso Sulawesi Tengah. aksi terorisme bukannya berhenti bahkan bermunculan aktor-aktor baru seiring terbentuknya ISIS di Timur Tengah beberapa tahun yang lalu tepatnya di Irak dan Syiria. bahkan dalam perkembangan selanjutnya aktor-aktor teroris bukan hanya melibatkan kaum laki-laki dalam berbagai modus salah satu yang paling terkenal adalah bom bunuh diri. puncaknya ketika terjadi bom bunuh diri yang melibatkan satu keluarga termasuk sang isteri dan 2 orang putri kecilnya rela menjadi pelaku utama bom bunuh diri yang bermaksud meledakkan gereja di Surabaya beberapa waktu yang lalu, namun aksinya berhasil digagalkan oleh aparat namun terlanjut bomnya meledak dan menewaskan ibu dan anak-anaknya tersebut sementara di tempat lain suami dan dua anak laki-laki yang beranjak remaja tak luput dari aksi bom bunuh diri yang menewaskan mereka pula di pagi hari yang sama meregang meregang nyawa karena aksi terorisme.
aksi nekat perempuan dan anak-anaknya ini menandai babak baru dalam rekruitmen pelaku bom bunuh diri yang sebelumnya didominasi kaum laki-laki. dari kenyataan ini dapat dipahami bahwa saat ini perempuan tidak lagi terbatas hanya sebagai pemain di balik layar mendukung suami menyiapkan strategi dan segala macam kebutuhan suami dalam melakukan aksi teroris namun mereka sudah menjadi garda terdepan sebagai aktor utama aksi kekerasan ekstrim yang lebih dikenal dengan istilah terorisme. pertanyaannya kemudian adalah mengapa perempuan terlibat aksi terorisme? banyak faktor mengapa mereka terlibat jadi aktor utama terorisme hingga mereka berani tampil laksana devil (iblis) dan monster pembunuh tanpa merasa berdosa sekalipun bahkan mereka tersenyum dan bangga jika memilih menjadi pelaku bom bunuh diri karena dalam pemahaman mereka pelaku bom bunuh diri itu adalah para pengantin Allah yang kematiannya mati syahid dan imbalannya kekal dalam kenikmatan surga dengan segala keindahan fasilitas di dalamnya kelak di akhirat. Dalam salah satu webinar yang saya ikuti tepatnya Sabtu 11 Juli 2020 bertema mengapa perempuan menjadi teroris? menghadirkan 3 pemateri yakni Prof. Dr. Hj. Musda Mulia, Siti Darojatul Aliyah dan Adhe Bakti. dalam pemaparannya Siti Darojatul Aliyah yang dipanggil mbak Dete beliau adalah direktur SerVe- Society Against Radicalism and violent extremism beliau mengungkap beberapa alasan keterlibatan perempuan dalam aksi terorisme berdasarkan kesaksian langsung para perempuan deportan yang menuju Syiriah namun tertangkap di Turky lalu kemudian dideportasi ke Indonesia negara asal mereka. Lebih lanjut beliau ungkapkan bahwa tidak ada narasi tunggal yang menyebakan perempuan terlibat aksi teroris pasti ada pemicunya diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Perempuan tidak mau berpangku tangan melihat saudara semuslimnya berjuang di Syria melawan pemerintah thagut yang menyiksa kaum perempuan. padahal mereka hanya korban pemberitaan media yang sengaja dibuat oleh jaringan ISIS lalu disebar vidio tersebut melalui medsos untuk mengobarkan semangat berjihad umat Islam tak terkecuali perempuan pun merasa terpanggil untuk ikut berjihad ke Syiriah hingga rela meninggalkan keluarga dan cita-cita masa depan yang telah direncanakan dengan kuliah di perguruan tinggi sekalipun rela dia tinggalkan tuk ikut berjuang.
2. faktor budaya, menurut kelompok mereka praktek keagamaan NU seperti tahlilan, maulid nabi, do'a bersama adalah bid'ah (sesat) sehingga mereka sangat antipati tinggal di wilayah yang menurut mereka lingkaran bid'ah bahkan mereka tidak mau shalat di mesjid dan lebih memilih shalat di rumah. Daripada tinggal di lingkungan yang menyesakkan dadanya maka lebih memilih hijrah ke Syriah berjuang bersama-sama saudara semuslimnya mendirikan khilafah Islamiyah yang diyakininya lebih baik.
3. mereka membayangkan masa depan anak-anak dan keluarga mereka menjadi korban pemerkosaan, dimutilasi dan diambil organ-organ tubuhnya sehingga merasa Indonesia adalah negeri yang tidak aman. padahal jika diteliti lebih lanjut mereka hanyalah korban medsos yang memang sengaja dibuat oleh jaringan teroris berisi konten kekerasan agar umat islam mersa takut dan tidak percaya pada pemerintah terutama instansi polisi dan militer karena terkesan tidak mampu mengatasi berbagai problematika yang mengintimidasi perasaan mereka. maka ujaran kebencian kepada pemerintah pun meraja lela untungnya pemerintah cepat tanggap hingga menelusuri jejak-jejak digital penebar hoax dan diberikan sanksi yang berat, makanya sekarang berkurang drastis konten hoax dalam pemberitaan di medsos akibatnya tahun 2019 hampir-hampir tidak ada lagi pemberitaan mengenai teroris hingga masuk 2020 dan digantikan berita terkait pandemi covid 19 hingga saat ini.
4. menurut mereka pemerintah tidak adil dalam hal penegakan hukum. hukum itu tajam ke bawah namun tumpul ke atas mereka mengungkap kasus nenek pencuri semangka dihukum penjara sementara para koruptor kakap tidak tersentuh hukum. padahal jika kita amati betapa banyak pelaku korupsi telah masuk buih termasuk para pejabat teras sekalipun namun pemberitaan yang terus menerus memenuhi grup WAnya adalah konten anti pemerintah hingga tumbuh subur kebencian dan ketidakpercayaan kepada aparat hukum dan aparat pemerintah lainnya. Islam mengajarkan untuk tabayun (cek and ricek) berita itu jangan langsung ditelan mentah-mentah.
5. faktor pertemanan tak jarang kasus keterlibatan perempuan dalam aksi teroris karena faktor teman yang kemudian menjadi pacar yang kebetulan perekrut itu gagah lalu diiming-imingilah perempuan tersebut dijanji akan dinikahi dan hidup tentram di bawah naungan negara khilafah yang menjamin keadilan dan kesejahteraan warganya. Nyatanya khilafah Islamiyah yang dijanjikan itu tidak pernah terwujud yang ada hanyalah pembantaian umat manusia anti pemerintah Bashar As'ad yang sah secara konstitusi. kedamaian yang dijanjikan tak ubahnya hayalan belaka.
6. Semangat mujahid sejati terpatri pada jiwa suami-suami mereka sehingga mengajak isteri-isterinya tuk berjuang bersama menegakkan negara khilafah dan Syiria yang kebetulan jadi lahan empuk untuk mewujudkan tujuannya itu karena api perjuangan telah dikobarkan disana. jika diteliti lebih lanjut perjuangan mereka dilandasi kebencian atas Syi'ah yang menjadikan ajaran Islam dengan corak mazhab ini menjadi mazhab resmi negara di Syiria di bawah pemerintahan Bashar As'ad yang beraliran Islam Syi'ah.
7. jargon kiyamat sudah dekat juga mempengaruhi mereka untuk berhijrah ke Syiria karena mereka meyakini bahwa kiyamat akan segera datang karena itu mereka tidak mau hidupnya sia-sia. selain itu mereka didoktrin bahwa neraka tempatnya bagi mereka yang mati namun tidak berada di bawa kekuasaaan negara khilafah yang menurutnya satu-satunya sistem negara yang diridhai Allah swt. padahal jika ditinjau dari aspek sejarahnya nabi Muhammad saw tidak pernah menyebut pemerintahannya sebagai khilafah Islamiyah, bahkan pemerintahan setelahnya hanya pemimpin diberi gelar khalifah bahkan Umar bin Khattab (khalifah kedua) menolak gelar itu dan memilih istilah Amir hingga kemudian berubah lagi gelar kepala pemerintahan itu menjadi khalifah di zaman dinasti Umayyah dan Abbasiyah dan Turky Usmani meskipun dalam sistem negaranya menganut sistem almamlakah atau kerajaan. saat ini gelar pemimpin negara Islam adalah Raja seperti di kerajaan Arab Saudi dan Malaysia sementara di Uni Emirat Arab gelar raja adalah Emir sedangkan sistemnya kerajaan. sistem ini juga bermacam -macam tergantung kesepakatan mayoritas misalnya di Indonesia dan Mesir sistemnya Republik kepala pemerintahannya disebut presiden, di Turky Sistemnya disebut Republik sekuler sedangkan Iran Republik Islam sama-sama mana pemerintahnya presiden. pakistan, afganistan dan India disebut Republik pemerintahan tertingginya di beri gelar perdana menteri. jadi silahkan berbada sistem dan gelar pemerintahnya yang penting prinsip-prinsip dasar ajaran Islam dijalankan seperti; keadilan, kejujuran, kesetaraan, musyawarah (demokrasi), toleransi, moderat tetap dijunjung tinggi.
8. motivasi dendam akibat korban terorisme yang terjadi di Poso karena melihat anggota keluarganya dikejar-kejar oleh aparat dan disiksa. mereka memahami bahwa menjadi teroris, anti pemerintah, melakukan ujaran kebencian adalah sebuah kebenaran dan harus terus dikobarkan sebagai bentuk perlawanan menghadapi pemerintahan thagut. menurut mereka hanyalah daulah khilafah Islamiyah yang benar menurut syariat Islam sehingga Indonesia adalah negeri yang dilaknat Allah hingga berdirinya khilafah Islamiyah menurut versi mereka. namun perjuangan mewujudkan cita-cita mereka tak kunjung terwujud, maka mereka hijrah ke Syiria untuk mewujudkannya sekaligus sebagai bentuk solidaritas Islam.
sampai saat ini belum ada kasus perempuan terlibat sendiri sebagai pelaku teroris melainkan mereka ikut kelompok melalui perkawinan, pertemanan, medsos, kelompok pengajian, kekeluargaan, pacaran, sehingga dapat dipahami bahwa sebenarnya perempuan hanyalah aktor pelaku bukan aktor penentu karena itu walaupun perempuan sebagai aktor, namun sebenarnya mereka adalah korban sehingga perlu didampingi baik yang sdah terpapar maupun yang belum terutama keluarga pelaku. tak jarang mereka kena stigma dan dibully sehingga kematian mendadak akibat syok sering terjadi pada anggota keluarga yang terlibat aksi teroris. kita harus memahami gerakan mereka dalam kacamata mereka tidak dalam kacamata kita agar kita dapat memberikan perlindungan dan pendampingan agar kembali ke jalan yang benar. mereka memilih jadi teroris dengan niat yang baik meskipun langkah yang dipilihnya adalah langkah yang keliru. menurut mereka menjadi teroris itu adalah makam mulia/kedudukan terhormat di mata Allah karena itu wajar jika harus berkorban, jangankan keluarga nyawapun akan dipertaruhkan demi kedudukan terhormat di hadapan Allah swt. karena itu jangan heran kasus bom yang melibatkan satu keluarga di Surabaya itu terjadi. tugas kita adalah mendampingi dan menyadarkan mereka akan esensi ajaran agama yang benar bahwa membunuh satu orang sama halnya membunuh semua manusia, sebaliknya menyelamatkan satu manusia sama halnya menyelamatkan manusia seluruhnya (QS. al-Maidah/5 ayat 32) teruslah tebar kedamaian dan memutus rantai pesan anti toleransi, anti demokrasi, anti kemanusiaan yang dapat memicu fitnah diantara kita. pesan seperti itu jangan dishare cukup berhenti di tangan kita. teruslah melakukan pencerahan dimanapun dan kapan pun kita berada agar bibit terorisme tidak kuncup lagi. wallahu a'lam Watampone, 11 Juni 2020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
7 PERBEDAAN KEDUDUKAN PEREMPUAN SEBELUM DAN SESUDAH DATANGNYA ISLAM
Mengawali pertemuan ini marilah kita bersama sama mengumandangkan lafaz pujian kepada Allah Azza wajallah sang pemilik segala kenikmatan den...
-
Mengawali pertemuan ini marilah kita bersama sama mengumandangkan lafaz pujian kepada Allah Azza wajallah sang pemilik segala kenikmatan den...
-
Orang Bugis terkenal dengan kegemaran merantau ( sompe') bukan hanya dalam wilayah Sulawesi lintas kabupaten tapi hingga ke seluruh pel...
-
Beberapa waktu lalu, kita membaca berita tentang Menteri BUMN yang lama sebelum Erick Thohir adalah Dahlan Iskan yang mengamuk di pintu tol ...
Mantap.keren pesan moralnya bu Doktor..
BalasHapusKeren Bu Doktor
BalasHapusMantap Bu Doktor. Terima kasih informasinya
BalasHapusPesan berharga
BalasHapusPesan berharga
BalasHapusMasyaallah pesan berharga bunda
BalasHapusMantul bu pesannya..
BalasHapusMantap bu doktor
BalasHapusSangat mencerahkan bunda
BalasHapusterimakasih bapak ibu atas segala apresiasinya komentarnya merupakan cambuk bagi saya tuk terus menulis info2 yang pernah didengar, lihat dan rasakan semoga berkah bagi kita semua
BalasHapus