Tokoh utama
dalam keluarga adalah orang tua terutama ibu. Ibu sebagai manager pola asuh pertama
dan utama dan menjadi panutan yang setiap saat dilihat dan ditiru oleh
anak-anak. Oleh karena itu, pola pengasuhan anak merupakan serangkaian
kewajiban yang harus dilaksanakan oleh orang tua khususnya ibu. Jika pengasuhan
anak belum bisa dipenuhi secara baik dan benar, maka kerap kali akan
memunculkan masalah dan konflik, baik di dalam diri anak itu sendiri maupun
antara anak dengan orangtua, juga terhadap lingkungan. Oleh karena itu, orang
tua khususnya ibu harus mampu membina karakter anak sejak dini dalam lingkungan
keluarga melalui bimbingan dan konseling yang tepat dan teratur. Menanamkan
karakter pada anak sejak dini adalah sebuah keniscayaan karena karakter adalah
mustika hidup yang membedakan manusia dengan binatang. Manusia tanpa karakter
adalah manusia yang sudah “membinatang”.
Keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama pada anak. Hal ini disebabkan, karena kedua orang tuanyalah
yang pertama dikenal dan tempat merima pendidikan. Bimbingan, perhatian, dan
kasih sayang yang terjalin antara kedua orang tua dengan anak-anaknya,
merupakan basis yang ampuh bagi pertumbuhan dan perkembangan psikis serta
nilai-nilai sosial dan religius pada diri anak.
Memperhatikan
perkembangan teknologi sekarang ini, penggunaan perangkat digital bagi
kehidupan anak merupakan fenomena yang tidak dapat ditolak bahkan telah berpengaruh
terhadap kehidupan anak. Pengawasan terhadap anak
sangat penting untuk diwujudkan karena banyak informasi yang masuk dan anak
harus bisa memilih informasi yang cocok dan sesuai tahap perkembangannya. Dalam
proses pendidikan era digital peran orang tua harus nyata dalam mencermati dan mengetahui
kemampuan anak untuk menyikapi dan memandang dirinya secara positif agar penggunaan
perangkat digital dapat digunakan oleh anak dengan baik. Salah
satu aspek yang harus diperhatikan oleh orang tua dalam pendidikan keluarga adalah pada saat anak menggunakan
perangkat digital. Perangkat-perangkat digital itu, antara lain TV, komputer, smart phone, komputer tablet dan lain-lain. karena dapat mengakibatkan dampak
yang buruk bagi anak walaupun dampak baiknya juga tak boleh dinafikan.
Melihat dari
perkembangan era digital yang semakin berkembang di dunia saat ini, secara
otomatis tentunya berpengaruh terhadap perkembangan psikologi anak. Olehnya
itu, keluarga merupakan benteng utama dalam memberikan pendidikan yang baik
dengan mengantisipasi efek buruk yang ditimbulkan dari perkembangan era digital
tersebut. Orang tua juga tidak boleh menutup diri dari perkembangan era digital
karena di balik perkembangan era digital tersebut ada banyak hal positif yang
dapat diraih, pada titik inilah peran orang tua dalam mendidik anak dalam era
digital sangat dibutuhkan guna memilah hal positif dan negatif dari
perkembangan teknologi tersebut.
Era digital sarat dengan berbagai tantangan khususnya dalam pengasuhan anak, diantara tantangan orangtua dalam pengasuhan anak di era digital adalah sebagai berikut:
1. akses internet yang semakin merajalela, sementara internet itu tidak hanya membawa pesan-pesan positif namun juga mengantarkan pesan negatif hingga ke dalam wilayah privasi anak. Karena itu orangtua harus mampu melakukan pengawasan terhadap penggunaan smar phone pada anak. pengawasan itu dapat dilakukan dengan cara berkomitmen dengan anak atas konten-konten yang dapat diakses, waktu beinteraksi dengan gadget perlu dibatasi misalnya maksimal 2 jam dalam sehari, serta penggunaan HP itu tidak boleh di dalam kamar harus ditempat yang dapat dengan mudah terlihat agar mudah dikontrol apa saja yang dilihat anak di HP tsb. bahkan jika perlu orangtua mendampingi dan menjelaskan kepada anak apa yang dilihatnya termasuk menjelaskan tentang dampak positif dan negatif apa yang ditontonnya.
2. anak cenderung ingin bebas berinternet, karena itu orang tua harus benar-benar berkomitmen Bersama dengan anak sebelum diberikan HP atau laptop bahwa konten yang boleh dilihat hanya yang mendidik menunjang tugas-tugas pembelajaran sekolah, dan konten-konten positif lainnya yang berfungsi untuk penguatan Pendidikan akarakter pada diri anak.
3. Anak lebih menguasai internet daripada orangtua, fenomena ini melanda dunia orangtua secara umum terutama masyarakat pedesaan yang lahir di tahun 70an dan sebelumnya. Mereka masih sangat terbatas yang mampu mengakses internet secara bebas. hal tersebut disebabkan oleh beberapa factor seperti; tidak adanya smart phone, kurangnya akses pengetahuan terkait internet, belum memahami dampak positif internet karena masih terlena dan menikmati pola kehidupan lama yang serba nyata dengan berinteraksi langsung dalam menjalin hubungan sosial.
4. munculnya berbagai konten buatan pengguna medsos yang tidak mendidik
konten buatan pengguna medsos yang tidak mendidik dapat beraneka ragam bentuknya yang terkadang memuat konten pornografi, kekerasan, sex, cyber bully, humor berlebihan, dll. baik dalam bentuk foto, tulisan, gambar maupun video lalu diunggah ke akun medsos dan you tube pengguna yang dapat mempengaruhi mental orang lain untuk menirunya.
5. bahaya mengintai anak melalui kejahatan cyber
sebagai akibat bebasnya pengguna medsos mengunggah macam-macam konten di akun medsosnya lalu dilihat oleh anak, maka secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi kehidupan anak. Anak adalah tipologi manusia peniru ulung karena itu orang tua harus benar-benar hadir dalam mengawal tumbuh kembang anak dan berusaha menjauhkan anak dari berbagai kejahatan termasuk kejahatan cyber. lalu apa yang harus dilakukan orangtua dalam menghadapi tantangan pengasuhan Anak di Era Digital? jawabannya dapat saya share disini sebagai hasil webinar yang saya ikuti hari ini yang dilaksanakan oleh pengurus Fatayat NU Wilayah propinsi Sulawesi Selatan dengan tema " Lindungi Anak dan Remaja dari Kejahatan Syber Medsos" menghadirkan 3 pemateri yakni; Hj. Margaret Aliyatul Maimunah, SS, M.Si sekjen PP Fatayat NU, Syamsul Rijal Adhan, S.Ag, M.Si Ketua PW LTNU sulsel sekaligus peneliti Balitbang Makassar serta Sunarti Sain pimpinan Radar Selatan plus aktivis perempuan dan media. dalam webinar ini terungkap bahwa peran orang tua sangat penting untuk menyelamatkan anak dari kejahatan cyber dengan 2 cara umum dan khusus. cara umum dapat ditempuh sebagai berikut:
1. membangun rapport dan komunikasi yang baik dan efektif dengan anak. hal tersebut berupa membangun kepercayaan anak, membiasakan berkomunikasi dioalogis, lebih banyak mendengar anak, tidak menghakimi, memberi pemahaman dengan cara logis, membangun komitnen dan kesepakatan serta memberi apresiasi atau penghargaan atas prestasi anak.
2. memberi teladan yang baik, Keteladanan merupakan
suatu metode pendidikan yang paling efektif dalam membina ahlak anak.
Memberikan contoh yang baik kepada anak dapat memiliki kesan yang
baik bagi anak. Secara psikologi, semua
gerak gerik orangtua, cara berkomunikasi, penggunaan isyarat dan
bahasa tubuh orangtua cenderung ingin diikuti oleh anak. bahkan dimata anak orang tuanya adalah idolanya karena itu anak akan sangat kecewa jika memiliki orang tua yang tidak bisa menjadi teladan yang baik bagi anak.
3. membangun karakter positif pada anak seperti memiliki karakterpeduli baik peduli sosial maupun peduli lingkungan. orang tua harus membiasakan akan melakukan aktivitas yang berisi konten kepedualian dengan melibatkan anak dalam berbagi zakat, sedekah dan infak, menyantuni anak Yatim, menyantuni fakir miskin dan orang-orang yang berkebutuhan khusus. agar anak tidak suka membully seseorang meskipun memiliki keterbatasan fisik justeru mereka seharusnya dihormati dikasihi dan dicintai. kepedulian ini tidak hanya terbatas kepada sesame manusia melainkan harus diperluas rasa peduli itu mencakup kepada seluruh makhluk Allah swt.
4. melatih disiplin positif kepada anak. dalam mendidik anak dibutuhkan konsistensi semua pihak suamiisteri harus sepakat terhadap sebuah aturan dan disosialisasikan kepada anak, dijalankan Bersama, menetapkan sanksi dengan ketat tidak boleh salah satu dari orang tua keras sementara yang lain longgar dalam menerapkan aturan karena hal tersebut akan membuatkan celah pada anak untuk tidak disiplin dan melakukan pelanggaran tanpa merasa bersalah.
5.menjadi pengasuh kreatif. dalam hal ini orang tua dapat menyediakan variasi dan alternatif bermain anak (indoor dan outdoor). permainan tradisional dapat menjadi alternatif dalam menumbuh kembangkan karakter anak sekaligus dapat menghindarkan anak dari kejahatan cyber karena secara otomatis anak yang aktif melakukan permainan tradisional akan terkurangi waktu interaksinya dengan HP yang merupakan sumber utama adanya kejahatan cyber. Selain itu orang tua dituntut harus mampu memfasilitasi berkembangnya bakat dan mint anak baik itu di bidang seni, olahraga maupun akademik anak.
cara khususnya adalah dengan membangun kesepakatan dalam penggunaan internet sebagai berikut:
1. atur waktu penggunaan
2. sepakati lokasi penggunaan
3. selektif dalam melihat konten
4. lakukan control atau pendampingan
5. menjadi teman anak dalam dunia cyber
orang tua hendaklah mengenali perilaku adiksi (ketergantungan) terhadap gadget, agar mudah melakukan upaya penyelamatan pada anak:
1. bermain di atas 6 jam sehari
2. frustasi, marah, tantrum jika dilarang
3. enggan bersosialisasi
4. sulit konsentrasi
5. rutinitas terganggu
6. bolos sekolah
7. tidak punya eman
8. perilaku agresif
strategi yang dapat ditempuh orang tua dalam mengantisipasi anak dari perilaku adiksi (ketergantungan) gadget adalah sebagai berikut:
1. kurangi frekuensi bermain secara bertahap
2. ajak bersosialisasi dengan teman sebaya
3. ajak anak beraktivitas/bermain positif dan menarik lainnya
4. batasi anak berinteraksi dengan gadget dengan terlebih dahulu orangtua memberi contoh membatasi diri terlebih dahulu. usahakan tidak memegang HP dihadapa anak kecuali dalam keadaan terpaksa dan anak tahu bahwa itu terkait kelancaran tugas profesi orang tua sehingga dengan terpaksa memegang HP.
5. beri reward yang bukan dalam bentuk memberi tambahan waktu dalam bermain gadget
6. kenalkan lingkungan yang menyenangkan misalnya dengan mengajak anak refreshing atau rekreasi ke pantai, ke taman, ke gunung, dan ke tempat-tempat indah indah lainnya atau mengajaknya berolahraga balap sepeda menjelajah hingga ke pelosok yang memiliki keindahan alam yang menarik sambal berburu kuliner yang sehat dan terjangkau.
7. jadilah teladan bagi anak dalam berbagai keadaan
wallahu a'lam
Sangat inspirati
BalasHapusTerima kasih pencerahannya sobat
BalasHapus